Forgery dan Tulisan Tangan

Pemalsuan tulisan atau forgery mungkin bukanlah bentuk kejahatan tertua, tetapi kejahatan ini telah terjadi sejak manusia menggunakan tulisan dan kertas untuk menuangkan isi pikirannya. Manusia memulai memalsukan dokumen yang memiliki nilai atau value, dengan cara memanipulasi tanda tangan, atau bahkan dengan membuat duplikat dari keseluruhan dokumen. Pemalsuan tanda tangan dan dokumen telah dipraktekkan sejak pertama tulisan telah menjadi media komunikasi. Metode untuk mengidentifikasi keabsahan tulisan tangan dan dokumen, sudah dimulai sejak hukum Romawi, di bawah Code of Justinian pada tahun 539 Masehi. Pada masa itu, kerajaan romawi melarang pemalsuan dokumen kepemilikan tanah. Kejahatan pemalsuan menjadi semakin berkembang ketika kertas digunakan untuk transaksi perdagangan.

Keabsahan dokumen sangat tergantung pada keasliannya. Berbagai cara dan metode telah dilakukan untuk menjaga keaslian dokumen dan mencegah pemalsuan terjadi. Mulai dari penggunaan wax seal, stempel kerajaan, penggunaan jenis kertas khusus, hingga pemberian watermark. Pada era modern ini, berbagai institusi perbankan maupun institusi hukum, menggunakan tanda tangan sebagai bukti keabsahan suatu dokumen. Tanda tangan digunakan sebagai representasi dari identitas seseorang dalam suatu dokumen.

Tulisan tangan dan tanda tangan merupakan suatu gerakan motorik yang dipelajari mulai dari kecil sampai dewasa, dengan proses pembelajaran yang sangat kompleks. Setiap orang bisa saja diajarkan cara menulis yang sama ketika mereka kecil, tapi lama kelamaan, masing masing orang akan memiliki cara penulisan yang berbeda dan khas. Hal ini karena dalam pembuatannya, tulisan tangan dipengaruhi oleh banyak sekali faktor, mulai dari kerja otak, syaraf, perasaan dan suasana hati, sehingga tulisan tangan adalah perilaku yang dapat ditunjukkan melalui coretan-coretannya. Hal yang menyebabkan tulisan tangan berguna sebagai bukti di dunia forensik adalah bahwa tulisan tangan mencerminkan perilaku yang relatif stabil dari penulisnya dan walaupun setiap orang diajarkan dengan cara menulis yang sama, tetapi terdapat keunikan khusus antara penulis yang satu dengan penulis yang lain.

(Putro Perdana,2012)

Leave a comment

Filed under Graphology in Crime

Comments are closed.