Mengapa Dokumen Menggunakan Tanda Tangan?

Image

Walaupun tidak semua dokumen selalu dibubuhi oleh tulisan atau tanda tangan, namun banyak dokumen dalam society kita yang memiliki hubungan erat dengan kedua hal tersebut. Tulisan tangan dan tanda tangan digunakan sebagai verifikasi identitas dalam berbagai dokumen penting dan berharga. Institusi finansial seperti bank, menggunakan tanda tangan sebagai cara untuk memastikan bahwa wewenang yang ditulis dalam dokumen tersebut, diberikan oleh orang yang seharusnya. Tanda tangan menjadi penting keberadaannya dalam suatu dokumen, tidak hanya sekedar coretan, namun merupakan representasi identitas seseorang. Berdasarkan informasi yang penulis dapatkan sewaktu melakukan penelitian tentang forgery, ternyata semua bank di indonesia diwajibkan untuk menggunakan tanda tangan sebagai bentuk representasi identitas pada suatu dokumen. Kewajiban ini dikeluarkan oleh Bank Indonesia sendiri, dan merupakan aturan tertulis.

Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang alasan penggunaan tanda tangan sebagai ciri identik diri seseorang. Pada dasarnya sebuah tanda tangan yang dibuat oleh setiap orang, hampir mustahil untuk bisa ditiru sama persis oleh orang lain. Roy A. Huber (1999:38) dan Jamieson (2009:1437) menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa membuat tulisan tangan dan tanda tangan dengan bentuk yang sama persis. Tulisan tangan merupakan behavioral artifact, yang merupakan bentuk hasil dari kerja motorik dan visual. Tulisan tangan tidak bisa dibentuk tanpa adanya kerjasama antara jaringan otak, motorik, dan visual. Sehingga, tulisan tangan yang diproduksi oleh seseorang, merupakan hasil dari perilaku psikologisnya, dan juga control motoriknya. Kemampuan untuk menulis tangan itu sendiri, membutuhkan tugas motorik yang amat kompleks. Hal ini membuat bentuk tulisan pada setiap orang menjadi sangat heterogen, dan identik pada setiap penulisnya.  Ketika seseorang berupaya untuk meniru dan memalsukan tanda tangan orang lain, maka kualitas yang dihasilkan akan selalu lebih inferior dibandingkan bentuk aslinya. Adanya keidentikan, ciri-ciri unik, serta kualitas yang khas, membuat tanda tangan digunakan sebagai verifikasi atas representasi identitas seseorang dalam suatu dokumen.

Namun yang perlu diperhatikan dan juga dipelajari adalah variasi natural pada tulisan dan tanda tangan. Meskipun tulisan memiliki ciri kesamaan pada setiap pembuatnya, tetapi pada situasi dan kondisi tertentu bentuknya bisa terlihat berbeda meskipun pembuatnya sama. Bertino (2008: 279) mengatakan bahwa walaupun setiap orang memiliki bentuk dan ciri khas yang unik pada tulisannya, namun tetap pada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi bentuk tulisannya sehingga terlihat berbeda. Kondisi emosi (mood), umur, maupun kondisi fisik dan kesehatan dapat mempengaruhi hasil dari tulisan yang sedang dibuat. Meskipun begitu, karakteristik unik seperti kemiringan huruf, dan ukuran huruf, tetap dapat dianalisa untuk mengetahui keasliannya. Adanya variasi natural pada tulisan ini, juga turut membuktikan bahwa otak memainkan peranan penting dalam pembuatannya.

Keunikan dan karakteristik khas pada tulisan tangan dan tanda tangan, membuatnya relevan untuk digunakan sebagai representasi diri seseorang. Karakteristik dan keunikan tersebut juga membuat tanda tangan cenderung sulit untuk ditiru dengan kualitas pembuatan yang sama dengan aslinya. Hal inilah yang membuat dokumen masih menggunakan tanda tangan sebagai bukti legal representasi diri seseorang diatas kertas.

(Putro Perdana, 2012)

Referensi:

Roy A. Hubber (1999). Handwriting Identification: Facts and Fundamentals. 

Allan Jamieson (2009). Wiley Encyclopedia of Forensic Science.

Bertino, A.J (2008). Criminal Investigation.

Leave a comment

Filed under Graphology in Crime

Comments are closed.