Modus Operandi Pemalsuan Dokumen dan Tanda Tangan

Pada setiap tindak kejahatan terdapat banyak cara untuk melakukannya. Termasuk dalam kejahatan pemalsuan dokumen dan tanda tangan, pelakunya melakukan berbagai cara dalam melaksanakan tindak kejahatannya.  Dalam kriminologi, setiap tindak kejahatan, walaupun memiliki tingkat variasi yang tinggi, namun akan selalu ada pola dan teknik yang akan muncul jika kejahatannya terus berulang. Setiap tindakan kejahatan, lambat laun akan memunculkan pola pengulangan yang bisa dipelajari sebagai pencegahan. Pola dan teknik kejahatan yang selalu muncul berulang ulang, juga umum dikenal sebagai modus operandi.

Dalam tindak kejahatan pemalsuan dokumen, ada berbagai macam modus pemalsuan, tergantung dari jenis dokumen dan juga tujuan si pelaku. Namun umumnya dalam jenis apapun modus pemalsuan dokumen, pelakunya sudah merencanakan dulu tindak kejahatannya. Dengan kata lain, pemalsuan dokumen bukanlah kejahatan insidentil seperti street crimes. Pemalsuan dokumen adalah kejahatan terencana. Secara niat dan perbuatan, pelakunya sudah merencanakan terlebih dahulu skema tindak kejahatannya.

Berbagai modus operandi dalam kejahatan pemalsuan dokumen dan tanda tangan:

1. Pemalsuan Tanda Tangan Pada Dokumen Bank

Image

Dunia perbankan sering sekali melibatkan penggunaan dokumen dokumen pada setiap kegiatan bisnisnya, baik untuk keperluan transaksi maupun keperluan lainnya. Cek, giro, buku deposito, surat perintah transfer, dan sejenisnya, merupakan dokumen dokumen yang digunakan oleh para nasabah perbankan. Lembaga perbankan sendiri, merupakan lembaga yang menyimpan sejumlah uang yang tidak sedikit. Uang, merupakan salah satu motif terbesar dalam dunia kejahatan. Hal ini membuat bank menjadi salah satu sasaran dalam tindak tindak kejahatan.  Transaksi transaksi perbankan yang melibatkan penarikan uang, seringkali menggunakan surat surat dan dokumen sebagai syarat administratif untuk mengambil sejumlah uang dari bank. Celah ini kemudian dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk mengelabui sistem di perbankan yang mengandalkan dokumen dan tanda tangan dalam keperluan administratinya.

Uniknya, berbagai kejahatan yang terjadi di perbankan, berhasil dilakukan karena adanya permainan dari pihak yang bekerja di bank itu sendiri. Dengan kata lain, ada orang dalam yang membantu tindak kejahatan, atau disebut juga sebagai inside job. Tanpa bantuan orang dalam, sulit untuk melakukan kejahatan di bank, karena banyaknya sistem administrasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dimengerti.  Untuk dapat melakukan tindakan forgery, pelaku harus memiliki informasi tentang pola transaksi di bank, bentuk tanda tangan korban, dan jumlah uang dalam rekening korbannya. Uniknya, tidak semua orang memiliki akses untuk bisa mendapatkan informasi tersebut. Hanya individu tertentu dengan status dan kedudukan tertentu yang bisa mengakses informasi yang tergolong dirahasiakan. Dalam kajian kriminologi, tindakan yang memanfaatkan posisi serta jabatan yang legal untuk melakukan kejahatan, dikategorikan  sebagai white-collar crime.  Modus operandi pelaku forgery saat ini ternyata lebih sering memalsukan tanda tangan pada surat perintah transfer dibandingkan pada cek. Surat perintah transfer dapat dengan segera memindahkan uang dalam jumlah milyaran ke rekening tertentu. Tidak seperti cek yang dalam jumlah penarikannya terbatas hanya beberapa ratus juta saja.

 2. Pemalsuan Pada Sertifikat dan Surat Surat Tanah

Image

Dokumen dan surat surat tanah yang berbentuk sertifikat merupakan produk dari lembaga resmi yang mengeluarkannya. Sertifikat tanah di Indonesia, dikeluarkan oleh instansi Badan Pertanahan Nasional atau BPN. Dalam setiap dokumen resmi yang dikeluarkan BPN, terdapat tanda tanda atau ciri khas yang memiliki identitas tersendiri supaya sulit dipalsukan. Kerahasiaan dan keaslian dalam dokumen resmi BPN, dijaga kualitasnya melalui pengamanan khusus yang terdapat di dalam dokumen tersebut. Bisa dalam bentuk penggunaan kertas khusus, pita pengaman, penggunaaan tinta khusus, dan lain sebagainya. Fungsi dari berbagai jenis pengaman ini adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan pemalsuan terhadap dokumen terkait. Sehingga, ketika terjadi suatu kecurigaan atas sertifikat tanah yang diduga palsu, dapat dianalisa dengan cara dibandingkan dengan dokumen asli yang memiliki standar pengamanan tersebut.

Pelaku sindikat tanah biasanya akan pura pura membeli tanah yang diketahui melalui surat kabar atau informasi lainnya. Awalnya, pelaku akan datang kepada korban untuk berpura pura membeli, dan kemudian akan meminta izin untuk meminjam surat tanah supaya bisa difoto kopi, dengan alasan supaya bisa dipelajari lebih lanjut. Padahal, foto kopi surat tanah tersebut nantinya akan digunakan untuk diduplikasi, dipalsukan tanda tangannya, dan akan digunakan untuk melakukan tindak kejahatan penipuan. Pelaku akan mempelajari bentuk tanda tangan yang tertera pada sertifikat tanah tersebut, mempelajari bentuk cap dan stempel, agar nantinya bisa dipalsukan dengan mudah.

Pelaku pelaku pemalsuan sertifikat tanah, menggunakan sertifikat palsunya untuk berbagai keperluan. Bisa dipakai untuk membuat surat balik nama ke pihak BPN, supaya seolah olah sudah terjadi transaksi jual beli dengan pemilik lama. Bisa juga dipakai sebagai jaminan kepada pihak Bank, untuk peminjaman uang dan kredit. Bahkan juga dipakai untuk menipu pembeli tanah agar menyangka sertifikat tanah tersebut sah dan asli, yang nantinya bisa berujung sengketa dengan pemilik tanah yang sah. Untuk itu masyarakat maupun instansi keuangan, perlu secara teliti memeriksa keaslian suatu dokumen dan sertifikat tanah sebelum melakukan transaksi. Biasanya kejahatan pemalsuan dokumen yang berkaitan dengan tanah, terjadi karena korban tidak teliti dalam memeriksa secara seksama sertifikat tersebut. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengkonfirmasi keaslian sertifikat tanah kepada instansi yang mengeluarkannya, dan tidak sembarangan memberikan sertifikat untuk difoto kopi, agar memperkecil kemungkinan terjadinya tindak kejahatan.

3. Pemalsuan Tanda Tangan Pada Ijazah

Image

Ijazah, yang merupakan tanda bukti atas suatu penyelesaian jenjang pendidikan, merupakan barang berharga bagi pemiliknya. Ijazah dapat digunakan oleh pemiliknya untuk berbagai keperluan; sebagai syarat untuk memperoleh pekerjaan, atau sebagai syarat untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Ijazah juga digunakan untuk meningkatkan kredibilitas intelektual dan keahlian seseorang. Akan menjadi suatu persoalan serius, ketika seseorang yang tidak memiliki keahlian atau pengetahuan tertentu, memiliki ijazah yang menyatakan ia ahli di bidang tersebut.

Ada dua pola modus yang dipakai dalam pemalsuan tanda tangan ijazah. Pertama adalah, pelaku menggunakan dokumen atau surat yang asli, namun isinya dipalsukan. Biasanya pelaku menuliskan nilai (seperti nilai ujian, atau nilai kelulusan) yang bukan sebenarnya, dan kemudian memalsukan tanda tangan pejabat yang berwenang. Hal ini dimaksudkan agar seolah olah pemilik ijazah memiliki kredibilitas yang tinggi terhadap status pendidikannya. Selain itu, modus kedua adalah memalsukan seluruh dokumen, termasuk jenis kertas dari dokumen itu sendiri. Biasanya pola ini dilakukan oleh sindikat pemalsu dokumen yang sudah profesional. Mereka membuat dokumen yang bentuknya sangat mirip dengan yang asli, termasuk bentuk tanda tangan pejabat yang berwenang dalam ijazah tersebut. Untuk mencegah berhasilnya tindak kejahatan ini, perlu mengkonfirmasi kepada instansi yang mengeluarkan dokumen tersebut. Konfirmasi bisa dengan cara menanyakan keaslian dokumen dan tanda tangan, maupun dengan mengecek registrasi pada dokumen tersebut.

4. Pemalsuan Pada Kartu dan Dokumen Identitas

Image

Kartu dan dokumen identitas seperti KTP, paspor, maupun Kartu Keluarga, seringkali dipalsukan untuk tindak kejahatan. Mulai dari kejahatan penipuan, seperti peminjaman uang, pengajuan kartu kredit, maupun untuk kejahatan politis seperti dalam kasus pemilihan umum dan pemilihan gubernur. Modus kejahatan pemalsuan kartu identitas biasanya dilakukan oleh sindikat. Jarang sekali pelaku pemalsuan kartu identitas ini dilakukan seorang diri. Sindikat ini nantinya akan menjual kartu identitas kepada masyarakat umum yang membutuhkannya. Sebelum melakukan pemalsuan,pelaku mempelajari terlebih dahulu bentuk cap stempel, bentuk tanda tangan pejabat setempat, dan jenis kertas yang digunakan. Modus lain yang juga digunakan adalah, menggunakan dokumen kartu identitas asli, namun identtasnya yang dipalsukan. Biasanya kartu identitas tersebut memang asli secara kasat mata, namun identitas yang tertera didalamnya adalah palsu. Hal ini biasanya dilakukan dengan cara membuat surat pengantar palsu. Surat pengantar itu biasanya dipalsukan sedemikian rupa, sehingga akan diproses secara legal oleh kelurahan setempat, yang dimana isi identitasnya adalah palsu. Untuk modus kedua ini (surat asli, namun identitas palsu) biasanya digunakan oleh pelaku terorisme untuk menyembunyikan identitas aslinya ketika diminta menunjukan kartu identitasnya.

5. Pemalsuan Surat Kuasa, Surat Perintah, dan Surat Waris

Jenis surat berharga yang juga sering dipalsukan adalah surat kuasa, surat perintah dan surat waris. Modus yang dilakukan pelaku biasanya adalah dengan memalsukan isi surat tersebut, dan kemudian memalsukan tanda tangan pihak yang memberikan kuasa. Perkara ini terlihat sepele,  namun permasalahan menjadi semakin rumit ketika pihak yang memberikan kuasa sudah meninggal. Karena akan menjadi sulit untuk mengkonfirmasi keaslian isi surat tersebut kepada pemberi kuasa. Hal ini biasa terjadi pada surat kuasa dan surat waris. Untuk mencegah kejahatan pemalsuan tanda tangan pada surat surat jenis ini, bisa dilakukan dengan menggunakan saksi pada saat surat dibuat. Adanya saksi yang ikut menanda tangani proses ketika surat dibuat, akan mempersulit pelaku untuk memalsukan surat tersebut. Karena apabila pelaku ingin memalsukannya, maka ia terpaksa memalsukan pula tanda tangan para saksi. Untuk itu sebaiknya gunakanlah lebih dari dua saksi, untuk memperkuat legitimasi dari isi surat tersebut.

(Putro Perdana, 2012)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Comments are closed.