Fungsi Ahli Forensik Dalam Persidangan

Image

Disumpah sebagai saksi ahli di Pengadilan Negeri Solok

Artikel ini saya tulis untuk membagi pengalaman saya sebagai saksi ahli di bidang forensik tulisan tangan, serta menjelaskan mengapa ahli forensik dibutuhkan dalam persidangan yang melibatkan barang bukti fisik. 

Hukum pidana indonesia mengenal kesaksian ahli sebagai salah satu alat bukti dalam Hukum Acara Pidana. Hal ini disebabkan karena sistem pembuktian di Indonesia menggunakan sistem pembuktian menurut undang-undang secara negatif.

Dalam ilmu forensik, dikenal bukti bukti selain saksi hidup, yaitu barang bukti fisik yang disebut juga sebagai saksi diam (silent witness). Untuk memeriksa, mengetahui, meneliti, dan menganalisa serta mengungkapkan bukti fisik tersebut, diperlukan ilmu kriminalistik atau forensic science. Individu yang melakukan pekerjaan forensik tersebut, dalam persidangan disebut juga sebagai ahli.  Seorang ahli diperlukan untuk mengetahui dan mempelajari hubungan antara bukti fisik dengan suatu kasus pidana, dan menjelaskannya di depan persidangan.

Di depan persidangan, ahli tersebut dimaksudkan hadir sebagai seorang ilmuwan atau scientist yang melakukan pemeriksaan atas suatu bukti fisik, dan mengemukakan pendapatnya tentang hasil analisanya. Bukti fisik ini merupakan saksi diam (silent witness) yang terkadang keberadaannya krusial dalam suatu kasus pidana. Kegunaan dari keberadaan ahli itu sendiri, menurut KUHAP adalah untuk menjelaskan suatu persoalan, sehingga bisa dipahami oleh hakim dan jaksa. Keberadaan ahli menjadi penting dalam persidangan, karena tidak semua bidang dalam ilmu forensik, dipahami oleh orang awam maupun hakim.

Sifat keterangan ahli itu sendiri didasarkan pada ilmu dan pengetahuan khusus yang dimiliki oleh sang ahli. Keterangannya di persidangan dikategorikan sebagai pendapat (opinion) yang berdasarkan ilmu dan pengetahuannya yang khusus tersebut. Yang dimaksud pengetahuan khusus adalah, pengetahuan dari ahli yang tidak dimiliki oleh orang awam. Pengetahuan inilah yang dimanfaatkan untuk mengungkap hal hal tersembunyi pada barang bukti dalam suatu kasus. Misalnya saja kasus yang melibatkan suatu dokumen yang diduga dipalsukan. Untuk mengungkap keaslian dokumen tersebut, dibutuhkan metode dan pengalaman khusus. Keahlian seperti ini tidaklah dimiliki oleh orang awam, tetapi hanya dimiliki oleh ahli forensik tulisan. Ada begitu banyak kasus pidana yang berhubungan dengan alat bukti surat. Salah satunya adalah kasus pemalsuan dokumen atau pemalsuan tanda tangan. Dalam kasus seperti ini, ada tiga hal yang perlu diungkap sebagai bukti di persidangan, yaitu: (a) Apakah dokumen tersebut asli atau tidak; (b) isi yang tertera di dalam dokumen; (c) apakah dokumen tersebut dilaksanakan sesuai dengan isinya. Seorang pemeriksa dokumen atau forensic document examiner melakukan peran sebagai ahli membantu para aparat penegak hukum dan penasihat hukum dengan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan keaslian dokumen yang melibatkan tanda tangan, dan tulisan tangan

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Comments are closed.