Tulisan Tangan Dapat Merekam Keinginan Bunuh Diri

Image

Bunuh diri merupakan masalah psikologi serius yang bisa terjadi pada orang orang yang mengalami depresi berat. Seringkali bunuh diri terjadi karena seseorang yang sedang depresi, tidak bisa mengungkapkan masalahnya kepada orang lain. Kesulitan untuk mengungkapkan depresinya ini, membuatnya menjadi semakin menumpuk permasalahan hidupnya. Akibatnya pada titik tertentu, ia akan sampai pada batas kemampuan dirinya dalam menahan masalah, dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Tragedi bunuh diri pada orang disekeliling kita, sebetulnya bisa dicegah. Namun isu ini dianggap terlalu sensitif untuk ditanyakan kepada orang yang sedang mengalami depresi. Tidak semua orang yang sedang dilanda depresi berat, mau menceritakan secara verbal tentang masalahnya. Lalu bagaimana cara agar kita mengetahui apakah orang yang kita sayang mempunyai potensi untuk melukai dirinya sendiri? Ternyata keinginan bunuh diri bisa dideteksi melalui tulisan tangan seseorang. Ilmu ini merupakan salah satu studi yang dipelajari dalam grafologi. Bahkan studi tentang analisa keinginan bunuh diri melalui graologi ini sudah diteliti secara ilmiah. Penelitian ilmiah ini dipublikasikan melalui “International Journal of Clinical Practice”. Penelitannya dilakukan sebagai berikut:

2 orang dengan profesi grafolog dan 2 orang yang berpofesi sebagai dokter kejiwaan, diminta menganalisa 80 tulisan tangan. Dari 80 tulisan tangan tersebut, terdapat 40 tulisan dari orang orang yang pernah mencoba bunuh diri, dan 40 tulisan dari orang orang normal. Isi dari 80 tulisan tersebut tidak ada hubungannya dengan bunuh diri sama sekali. Para peserta hanya diminta menuliskan tentang memori mereka semasa kecil. Setiap tulisan tersebut juga diminta untuk ditandatangani oleh penulisnya. Berbekal 80 tulisan tersebut, kedua grafolog dan kedua dokter tersebut, diminta untuk menentukan tulisan mana saja yang ditulis oleh orang yang pernah mencoba untuk bunuh diri.

Hasilnya para grafolog berhasil mencapai tingkat akurasi analisa sebesar 73%. Sedangkan para  dokter, hanya mendapatkan tingkat akurasi analisa sebesar 53%. Perlu diketahui bahwa kedua grafolog tersebut tidak memiliki latar belakang kedokteran jiwa. Begitu juga dengan kedua dokternya, mereka tidak memiliki kemampuan grafologi. Sehingga, walaupun perbedaan akurasinya tidak terlalu jauh, namun dari penelitian ini bisa terlihat bahwa ilmu grafologi dapat digunakan  menganalisa keinginan bunuh diri secara akurat. Hasil kesimpulan dari penelitian ini membuat grafologi semakin banyak digunakan di beberapa institusi kejiwaan dan institusi kesehatan, untuk mencegah terjadinya bunuh diri. Karena sejauh ini, tidak banyak alat analisa psikologi yang dapat digunakan untuk memprediksi keinginan bunuh diri. Di sisi lain, grafologi dianggap cukup sederhana untuk dilakukan kepada para pasien. Grafologi hanya membutuhkan tulisan tangan dan cerita akan memori tentang masa kecil. Tidak perlu mengerjakan sejumlah pertanyaan kompleks, yang kadang sulit dipahami oleh para pasien yang sedang depresi.

Mengapa memori tentang keinginan bunuh diri dapat dideteksi oleh grafologi? Ketika seorang individu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, terjadi suatu pengalaman psikologis yang luar biasa di dalam dirinya. Memori akan keinginannya mengakhiri hidup, akan terekam di dalam alam bawah sadarnya. Alam bawah sadar mempengaruhi berbagai hal dalam hidup seseorang. Mulai dari cara pandang terhadap hidup, cara berjalan, gaya bicara, hingga bentuk tulisan. Tulisan tangan merupakan salah satu cerminan  dari alam bawah sadar seseorang. Setiap orang memiliki karakter psikologis, dan alam bawah sadar yang unik. Itulah sebabnya masing masing individu di dunia ini memiliki tulisan tangan dengan karakteristik yang berbeda beda. Berbagai pengalaman dan memori yang mempengaruhi psikologis seseorang, akan terlihat dari tulisan tangannya. Termasuk pengalaman dan memori akan percobaan bunuh diri yang pernah dilakukan oleh seorang individu.

Menurut ilmu grafologi, memori tentang masa kecil adalah memori yang paling mempengaruhi psikologis seseorang. Dengan menuliskan tentang memori penulisnya sewaktu kecil, akan dapat terlihat bagaimana karakter dirinya yang sesungguhnya. Karena dari memori di masa tersebut, akan muncul tanda tanda tentang pengalaman traumatik, ataupun masalah di masa lalu yang belum dilepaskan oleh penulisnya. Sehingga apabila ada keinginan untuk menyakiti diri sendiri, itu disebabkan karena adanya kesulitan dalam menyelesaikan konflik batin yang terjadi di masa lalu. Hal inilah yang kemudian dapat mempengaruhi cara pandang penulisnya terhadap masalah hidup. Ketika seorang individu terbiasa mengabaikan masalah hidupnya, akan mempengaruhi alam bawah sadarnya. Permasalahan yang terus ditumpuk di alam bawah sadar seseorang, dapat mendorongnya untuk melukai dirinya sendiri. Ketika seseorang ingin menyakiti dirinya, akan muncul tanda tanda tertentu dari tanda tangannya. Salah satunya adalah tanda tangan yang dibuat dengan mencoret nama sendiri. Dalam grafologi, tanda tangan merupakan gambaran bagaimana seseorang ingin dilihat oleh orang lain. Sedangkan tulisan tangan adalah karakter diri yang sesungguhnya.  Sehingga ketika seseorang membuat tanda tangan dengan mencoret nama sendiri, menandakan bahwa ia merasa kecewa dengan dirinya. Kekecewaan yang mendalam terhadap diri sendiri, serta pengalaman traumatik di masa lalu, dapat mendorong seseorang untuk menyakiti dirinya.

(Putro Perdana, 2

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Comments are closed.