Cegah Kejahatan Pemalsuan Tanda Tangan Dengan Tips Ini

Pemalsuan tanda tangan merupakan tindak kejahatan yang bisa menimpa siapa saja. Kerugiannya tidak main main. Bisa kehilangan harta benda, pekerjaan,reputasi, mencemarkan nama baik, atau memaksa kita untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah kita setujui sebelumnya. Banyak orang yang kehilangan segala hal yang ia sayangi hanya karena tanda tangan miliknya dipalsukan oleh orang lain. Hanya karena tanda tangan. Sekali lagi, hanya karena tanda tangan, seseorang bisa menjadi korban kejahatan yang serius.

Melihat dari berbagai kasus yang saya tangani di lapangan, saya melihat bahwa ternyata ada semacam benang merah tentang celah yang sering dimanfaatkan oleh para pelaku pemalsuan ini. Salah satu celah tersebut adalah; karena sebagian dari kita seringkali membuat tanda tangan yang terlalu mudah untuk dipalsukan.

Untuk saat ini saya belum akan membahas tentang rational choice theory atau occupational crime theory yang menjelaskan mengapa seseorang mau melakukan kejahatan dengan segala kesempatan yang dia miliki. Diskusi tentang hal tersebut akan ditulis lain waktu. Kali ini saya akan membagi pengalaman tentang ciri-ciri tanda tangan yang mudah dipalsukan, serta pencegahannya.

Perhatikan kedua tanda tangan dibawah ini, mana yang lebih mudah dipalsukan?

ImageImage

Tanda tangan A memiliki ciri-ciri:

  1. Terdiri dari sedikit huruf
  2. Mudah terbaca
  3. Terdiri dari 2 tarikan atau lebih
  4. Dibuat dengan sangat pelan
  5. Bentuknya terlalu sederhana

 

Sedangkan Tanda Tangan B memiliki ciri-ciri:

  1. Terdiri dari banyak huruf
  2. Sulit terbaca
  3. Hanya terdiri dari 1 tarikan
  4. Dibuat dengan sangat cepat
  5. Bentuknya sangat kompleks

 

Dalam sudut pandang ilmu forensik tulisan tangan, tanda tangan A akan jauh lebih mudah untuk dipalsukan dibandingkan tanda tangan B. Mengapa? Jawabannya seperti yang disebutkan diatas;

  1. karena tanda tangan A hanya terdiri dari 3 huruf yaitu K-I-M (terlalu sedikit)
  2. mudah terbaca (jelas sekali, Kim!)
  3. terdiri dari 2 tarikan (tarikan ke-1 membentuk huruf “K”, tarikan ke-2 membentuk huruf “i & m”)
  4. Dibuat dengan sangat pelan
  5. Bentuknya sederhana sekali, hampir tidak ada ciri unik dalam tanda tangan tersebut

Apabila diberikan analogi, tanda tangan A hanya ibarat gembok pagar yang mudah dibobol, sedangkan tanda tangan B adalah brankas besi yang memiliki berbagai kombinasi password. Setiap pelaku pemalsuan tanda tangan, tentu akan setuju dengan pendapat saya. Tanda tangan A sangat mudah untuk dipalsukan.

Tanda tangan yang dipalsukan biasanya akan dibuat dengan pelan. Sebab bila sang pelaku membuatnya secara cepat, maka ia akan kehilangan bentuk. Simpelnya seperti ini: pelaku hanya bisa memilih antara speed atau form. Umumnya, mereka akan memilih form dan kehilangan speed. Pelaku pemalsuan akan meniru bentuk tanda tangan semirip mungkin dengan aslinya, namun ia akan kehilangan kecepatan alaminya.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mencegah tanda tangan kita dipalsukan orang lain? Secara garis besar, ini yang bisa saya sarankan:

  1. Buatlah tanda tangan dengan tarikan yang cepat, kompleks dan tegas
  2. Tanda tangan sebaiknya dibuat hanya dalam 1 tarikan
  3. Semakin tanda tangan anda tidak terbaca dan terdiri dari banyak huruf, akan semakin sulit dipalsukan
  4. Tambahkan ornamen unik dalam tanda tangan anda, seperti penggunaan titik, garis bawah, atau apa saja yang bisa menjadi karakteristik tambahan supaya mudah diidentifikasi.
  5. JANGAN memberikan tanda tangan asli untuk berkorespondensi. Buatlah tanda tangan khusus untuk mengirim undangan, menanda tangani absen, ataupun daftar hadir
  6. JANGAN terlalu mudah memberikan fotokopi KTP, SIM, atau kartu identitas yang memuat tanda tangan anda di dalamnya
  7. Gunakan bolpen yang sama dalam menandatangi perjanjian legal. Karakteristik tinta dalam bolpen anda, dapat menjadi ciri khas tambahan

 

Pencegahan kejahatan adalah suatu tanggung jawab yang harus dilakukan oleh setiap individu yang mempelajarinya.

“We prevent crime, based on social justice” – Salah satu Tagline Kriminologi UI

 

Salam,

Putro Perdana, S.sos, CMHA

(Praktisi  dan alumnus Kriminologi UI)

 

 

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Comments are closed.