Ilmu Forensik, Penghadir Silent Witness

Image

Forensik merupakan cabang ilmu dari kriminalistik, yang agak berbeda dengan kriminologi. Walaupun begitu, keduanya mempunyai ruang lingkup yang sama: membahas soal kejahatan. Forensik dipakai untuk membantu penyidikan dalam suatu kasus kejahatan. Hasil analisa forensik tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu penyajian data atau bukti dalam pemeriksaan di pengadilan.

Kata forensik berasal dari bahasa Yunani yaitu ’Forensis’ yang berarti debat atau perdebatan. Dalam diskusi ini, maka istilah forensic bisa mempunyai arti sebagai bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan sains.
Kenapa ilmu forensik ada? karena dalam suatu peristiwa kejahatan, ada bukti bukti selain saksi hidup, yaitu bukti bukti fisik yang biasa disebut “saksi diam” / silent witness. Silent witness ini bisa mengandung informasi yang sama signifikannya dengan keterangan seorang saksi hidup.

Silent witness atau bukti fisik, bisamemiliki berbagai bentuk. Bisa berupa selongsong peluru, jejak sepatu, bagian tubuh manusia, maupun tanda tangan. Bukti bukti fisik ini tentu tidak akan dengan sendirinya menceritakan apa yang mereka alami layaknya saksi hidup. Diperlukan ilmu forensik untuk “membedah” isi yang tersembunyi di dalam bukti bukti fisik ini, dan dituangkan dalam laporan analisa forensik.

Image

 

Salah satu bidang ilmu forensic yang paling terkenal adalah forensic medicine atau forensik kedokteran. Cabang ilmu ini juga memiliki nama lain, yaitu Medical jurisprudence dan Legal Medicine.Dalam cabang ilmu ini, focus penelitiannya adalah menganalisa aspek aspek medis (termasuk mayat) untuk membantu persoalan hukum. forensik kedokteran mungkin paling populer dikenal oleh masyarakat. Namun yang perlu digaris bawahiadalah bahwa forensik tidak hanya sebatas menganalisa mayat, namun juga menganalisa segala bentuk alat bukti lain yang bisa mengungkap peristiwa kejahatan.

Selain forensik kedokteran, terdapat satu divisi khusus yang juga menarik untuk dibahas yaitu Forensik Tanda Tangan. Bidang ini merupakan cabang ilmu forensic yang mengkhususkan diri pada pembahasan mengenai dokumen, dan tulisan tangan. Bidang Forensik Tanda Tangan ini juga memiliki berbagai sebutan lain, diantaranya adalah Signature Verification, Handwriting Forensic, Handwriting Identification, Document Examination atau bahkan Grafonomi. Dalam ranah kriminalistik, ilmu Forensik Tanda Tangan memiliki beberapa fungsi yaitu:

  • Mengungkap penulis atau pembuat dari suatu tulisan tangan
  • Menganalisis originalitas dari suatu dokumen dan tulisan tangan
  • Jumlah orang yang membuat tulisan tangan dalam suatu dokumen
  • Menganalisis apakah sebuah dokumen pernah diubah atau direkayasa
  • Tipe alat atau instrumen yang digunakan dalam membuat sebuah dokumen atau tulisan

Image

Bidang ilmu ini akan sangat berguna untuk mengungkap kasus kasus kejahatan yang melibatkan suatu dokumen di dalamnya, seperti kasus korupsi, penggelapan, hingga penipuan. Umumnya masalah tentang dokumen memang paling sering terjadi pada kejahatan kerah putih atau white collar crime. Pada kasus kejahatan jalanan atau street crime tertentu juga kadang melibatkan masalah dokumen dan tulisan tangan. Misalkan pada kasus pemerasan dan penculikan dimana pelakunya meninggalkan sebuah ancaman yang ditulis dengan menggunakan tulisan tangan. Tidak hanya berhenti sampai disitu, Forensik Tanda Tangan juga akan sering dipakai pada kasus kasus bunuh diri. Seringkali para korban bunuh diri meninggalkan suicide letter yang menyebutkan tentang alasan kematiannya. Pertanyaannya, apakah surat tersebut benar ditulis oleh sang korban? Mungkinkah surat tersebut justru ditulis oleh orang lain? Dengan bukti yang cukup serta keterangan dari ahli Forensik Tanda Tangan, kasus yang awalnya diduga sebagai bunuh diri, bisa berubah menjadi kasus pembunuhan.

 

Salam

Putro Perdana, S.Sos, CMHA

(Praktisi dan alumnus Kriminologi UI)

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Comments are closed.